Senin, 25 Januari 2016

PEMBASUH HUJAN

Kau yang tersenyum dengan penuh luka.
Kau yang tertawa dengan rasa pedih.
Kau menatapnya dengan benci..
Namun hatimu yang seolah menahannya pergi..

Hatimu yang terlihat bagaikan pagi yang gelap.
Dengan penuh dan sesak karenanya
Kau bagai seekor burung yang sayapnya tergores..
Air mata yang terus mengalir deras,
Namun tidak terasa sejuk,
Karena matamu yang terasa panas..
Bagaikan hujan di siang yang baik.

Aku di sini yang hanya dapat menatapmu,
Aku di sini yang hanya bisa menunggumu,
Berharap bisa mengulurkan tanganku untukmu..

Menjangkaumu yang tersungkur..
Membasuh hujan dengan hangatnya mentari.
Membuatmu tenggelam dengan hangatnya basuhan.

Mungkin sayap itu akan cacat.
Meski basuhan itu tak merata.
Namun, setidaknya kau mau mencoba..

Mencobanya bersamaku..

Karena aku pun akan mencoba untuk menjadi Pembasuh Hujan yang telah mengguyur hatimu karenanya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar